Jumat, 20 Desember 2013

Hubungan Filsafat dengan Psikologi

PENGERTIAN PSIKOLOGI
      Apa itu psikologi     :secara etimologis,istilah psikologis berasal dari yunani yaitu dari kataPSYCHE  yang bararti jiwa dan LOGOS yang berarti ilmu.
    Jadi secara harfiah,psikologi berarti ilmu jiwa,atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.begitulah,untuk rentang waktu yang relatif lama,terutama ketika psikologi masi merupakan bagian atau cabang dari filsafat.tetapi sejak psikologi berdiri dari ilmu induknya.filsafat  mulailah timbul kesulitan-kesulitan karna salah satu tuntutan ilmu pengetahuan adalah bahwa hal-hal yang dipelajari dalam itu harus dapat  dibuktikan dengan nyata padahal untuk membuktikan adanya jiwa sebagai sesuatu yang nyata adalah tidak mungkin,apalagi untuk mengukur atau menghitungnya dengan alat-alat yang objektif bertitik tolak dari anggapan psikologi haruslah melalui mempelajari sesuatu yang nyata (kongkrit).
    Para sarjana mulai memikirkan untuk memberi definisi lain pada psikologi.Apa yang dilakukan oleh sarjana  tidak banyak berbeda dari pada apa yang dilakukan orang biasa dalam pergaulan sehari-hari.
    Seorang sarjana dalam psikologi berusaha mengenal orang lain,baik sebagai individu,sebagai kelompok atau jenis laku-lakunya secara keseluruhan.Para sarjana biasa mengemukakan satu definisi lagi tentang psikologi.Yaitu sikologi adalah ilmu yang mempelajari tenetang tingkah laku manusia.Pengertian tingkah laku sudah jauh lebih nyata dari pada pengertian jiwa.tingkah laku dapat di buktikan dengan nyata,dan dapat diukur secara objektif.
      Tingkah laku dalam psikologi tidak hanya berarti tingkah laku nyata itu sendiri(misalnya: tertawa,memukul dan sebagainya.)tetapi juga meliputi extensi atau perpanjangan.Dari tingkah laku nyata tersebut extensi itu diantara lain terdapat pada bekas-bekas atau efek yang permanen yang terdapat pada tubuh sebagai akibat.terlalu seringnya tingkah laku di perbuat seorang periang yang sering tertawa,misalnya akan meninggalkan bekas-bekas diwajahnya,sehingga dengan melihat wajahnya kita bisa mengetahui bahwa orang itu periang.(Alex Sobur,2003:19.Sarlito,2002:3)



PENGERTIAN FILSAFAT
Apa yang dimaksud dengan filsafat    :
       Filsafat secara etimologis berasal dari bahasa yunani PHILOSOPHIA,Pilos artinya suka cinta atau kecenderungan pada sesuatu,sedangkan Sofia artinya kebijaksanaan.Definisi filsafat yang telah di klasifikasikan berdasarkan watak dan fungsinya ialah sebagai berikut    :
1.    Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasannya di terima secara tidak keritis(arti informal).
2.    Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi(arti formal).
3.    Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan,artinya filsafat berusaha untuk mengobinasikan hasil bermacam-macam sains dan pengalamn kemanusiaan yang konsisten tentang alam(arti spekulatif).
4.    Filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.Corak filsafat yang demikian ini dinamakan juga logosentrisme.
5.    Filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung,yang mendapat perhatian dari manusia dan yang di carikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.
(Drs.Rizal Mustansyir M.Hum, 2000:2)





HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PSIKOLOGI

    Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya.Dalam penyelidikannya,filsafat memang berangkat dari apa yang dialami manusia,karna tidak ada pengetahuan jika tidak bersentuhan dahulu dengan indra,sedangkan ilmu yang hendak menelaah hasil pengindraan itu tidak mungkin mengambi lkeputusan dengan menjalankan pikiran,tanpa menggunakan dalil dan hukum pikiran yang tidak mungkin dialaminya,bahkan ilmu dengan amat tenang menerima sebagai kebenaran bahwa pikiran manusia itu ada serta mampu mencapai kebenaran.,dan tidak pernah di selidiki oleh ilmu.Sampai dimana dan bagaimana budi manusia dapat mencapai kebenaran itu.
    Filsafat memerlukan data dari ilmu,jika ahli filsafat manusia hendak menyelidiki adakah manusia itu,iya harus mengetahui gejala tindakan manusia.Dalam hal ini,ilmu yang bernama psikologi akan menolong filsafat dengan sebaik-baiknya dangan hasil penelitiannya.Kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan,akan sangat pincang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil psikologi,sebagai litorator disebutkan,sebelum menjadi disiplin ilmu yang mandiri,psikolgi memiliki akar-akar yang kuat dalam ilmu kedokteran dan filsafat yang hingga sekarang masih Nampak penagruhnya.Dalam ilmu kedokteran,psikologi berperan menjelaskan apa-apa yang terfikir dan terasa oleh organ-organ biologis(Jasmaniah).
    Adapun dalam filsafat yang sebenarnya ibu kandung psikologi itu berperan serta dalam memecahkan masalah-masalah rumit yang berkaitan dengan akal,kehendak,dan pengetahuan.
(Drs.ALEX SOBUR,M.S.I.)
    Dalam metode filsafat biasanya mengembangkan metode fenomenologi sebagai alternative pendkatan dalam ilmu psikologi.
    Filsafat juga bisa mengangkat asumsi-asumsi yang terdapat dalam ilmu psikologi.
    Dalam konteks perkembangan psikologi social filsafat juga bisa memberikan wacana maupun sudut pandang baru dalam bentuk teori-teori social dalam bentuk refleksi teori-teori social kontemporer.
     filsafat itu mempertanyakan jawaban, sedangkan psikologi menjawab pertanyaan (masalah). jadi dengan  berfilsafat, psikolog mendapatkan solusi dari permasalahan kliennya, karena terus diberikan pertanyaan, kenapa...mengapa...alasannya apa.. terus begitu sampai akhirnya ada kesimpulan dari pertanyaan (permasalahan) itu.
     ketika seseorang udah mampu mempertanyakan siapa dirinya, bagaimana dirinya terbentuk, bagaimana posisi dirinya di alam semesta ini, itu berarti orang tersebut sudah berfilsafat ke taraf yang paling tinggi. Untuk itu dibutuhkan perenungan, karena klo didiskusikan, bisa jadi orang lain nganggep kita gila, karena itu adalah insight, dan tidak semua org bisa dapet insight.
dengan melihat 
 
Ciri-ciri Berpikir Filsafat:
  • Radikal; sampai ke akar persoalan
  • Kritis; tanggap thd persoalan yg berkembang
  • Rasional; sejauh dpt dijangkau akal mns
  • Reflektif; mencerminkan pengalaman pribadi.
  • Konseptual; hasil konstruksi pemikiran
  • Koheren; runtut, berurutan.
  • Konsisten; berpikir lurus/tdk berlawanan.
  • Sistematis; saling berkaitan.
  • Metodis; ada cara utk memperoleh kebenaran.
     Komprehensif; menyeluruh Bebas & bertanggungjawab tidakkah kita melihat bahwa subjek kajian psikologi adalah manusia. kita menangkap manusia tidak hanya melalui proses pengindraan: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan bla-bla-bla dan pada akhirnya kita tahu dan menangkap (persepsi) apa itu manusia? punya mata, punya telinga, berfikir, punya emosi, dll berdasarkan gambaran (persepsi) sederhana yang kita pelajari secara awam tanpa harus mengkritisi apa yang terjadi dengan sensasi mengenai pengindraan.
diluar itu dalam ranah psikologi itu sendiri mempelajari tingkah laku manusia. bicara mengenai tingkah laku manusia banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari aksi/penilaian pengindraan kita: "bagaimana dia bisa seperti itu?" bagaimnana sebab-sebabnya?, pencegahannya", ? dan bla-bla-bla. jadi, awalilah dengan filsafat umum dan berlanjut pada filsafat manusia selanjutnya terserah mau dibawah kemana aliran yang match dengan pengalaman. Ok!.
kami pernah mengatakan:
     filsafat adalah aplikasi dari suatu program (game adven misalnya) dan bagaimana menjalankannya (memenangkannya, melintasi rintangan, dll) adalah psikologi. jadi filsafat adalan game yang seru dan membaca manusia sebagai tantangannya. INGAT! BERTANGGUNG JAWAB.  
 
 
 
 
sumber :  http://hubunganfilsafatdenganpsikologi.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar